Register Login

Sentra Buku Bekas Thamrin City

Sewaktu masih menempuh pendidikan di bangku kuliah dulu, Kwitang merupakan salah satu daerah di Senen, Jakarta Pusat tempat untuk mencari buku untuk kebutuhan kuliah, namun sekarang kemana ya tempat ini memang ada beberapa pedagang yang masih membuka lapak dagangannya tapi dalam jumlah kecil. Kebanyakan dari mereka menyewa sebuah bangunan toko untuk tetap bertahan berdagang buku di Kwitang.

Bursa buku Kwitang sudahsangat terkenal seantero Jakarta, bisa dikatakan kita dapat menemukan buku bekas maupun baru dengan harga yang cukup murah dibandingkan apabila kita membelinya di toko buku seperti Gramedia. Beberapa tahun yang lalu tempat ini direlokasi oleh pemerintah kota setempat, karena dinyatakan sebagai tempat yang illegal untuk berjualan dan memacetkan ruas jalan umum, padahal bursa buku kwitang ini telah berdiri cukup lama lho, alasan yang kurang masuk akal.

Menurut rumor yang berkembang adanya campur tangan pihak luar dalam relokasi bursa buku ini, sebab tak jauh dari tempat ini kan kita tahu bahwa terdapat toko buku besar yang di anggap bursa buku kwitang ini sebagai ancaman mereka. Dosen saya dulu pernah mengatakan bahwa, adanya buku buku bekas maupun bajakan semata –mata bukan karena nafsu pedagang untuk mencari keuntungan saja melainkan cermin sebuah bentuk perlawanan masyarakat kelas menengah kebawah terhadap dominasi dan kapitalisasi perbukuan, kenapa buku harus mahal ?, padahal benda yang satu ini amat penting gunanya, slogan mahasiswa dulu adalah kalau bisa dapat yang murah dengan kondisi yang serupa dengan yang baru kenapa harus pilih yang mahal.

Terus kemanakah pedagang-pedagang buku Kwitang pindah, tempat relokasi yang telah di tunjuk oleh pemerintah yakni salah satunya di Thamrin City lantai 3A, tapi kenyataannya tetap saja terlihat masih sepi, ya namanya juga kembali membangun kejayaaan masa lalu pastilah membutuhkan waktu. Sejak dipindahkan tempat berdagangnya para pedagang sebenarnya sudah mulai putus asa, untuk itulah di bangun sebuah perkumpulan untuk membangun kembali citra pasar buku bekas yang murah, mereka juga meminta agar pihak-pihak yang terkait ikut serta berperan dan media membantu publikasi untuk sosialisasi dari pada relokasi tersebut karena sampai saat ini masih belum maksimal sehingga berdampak kepada ketidaktahuan bagi masyarakat luas tentang pindahnya bursa buku bekas Kwitang ke Thamrin City.

“Yang penting sekarang banyak yang tahu dulu deh bahwa kami pindah di sini,” ungkap salah satu pedagang. Kalau bicara harga buku di Kwitang dulu memang terkenal cukup murah bila dibandingkan dengan pasar buku atau toko buku lainnya kira-kira berkisar 15-20% lebih murah, malah dulu saya sempat menemukan buku yang di jual 3 buah Rp 10.000 dan ada juga yang harga satuannya Rp 5.000. Di tempat yang baru ini juga diberlakukan hal yang sama alias memakai hukum dagang yang sama saat di pasar kwitang, tapi tidak ada lagi yang 3 buah Rp 10.000, tapi kita masih dapat melihat ada buku yang di jual Rp 5.000-Rp 10.000 di sini.

 Memang pedagang buku di tempat ini harus menjaga kestabilan harga bukunya apabila tidak para pembeli akan lari ke tempat lain nantinya. Banyak pedagang yang mengeluhkan pendapatannya di tempat relokasi yang baru ini, kerena biasanya mereka mendapatkan hasil yang cukup baik sewaktu bergadang di Kwitang, akan tetapi di sini turun drastis hampir sekitar 70%, ditambah lagi dengan biaya penyewaan kios yang lumayan menguras kantong para pedagang. Akan tetapi keoptimisan tetap tercermin dari wajah-wajah mereka bahwa tempat ini seiring dengan waktu bisa menjadi Kwitang Yang baru, yang lebih modern dan aman pula.(Roy)



07 Maret 2012 - 12:56:37 WIB
Foto : Roy / Gedoor.com
Dibaca : 3740

SHARE