Register Login

Dewa Budjana Kembali Luncurkan Album Solo Internasionalnya

Salah satu gitaris papan atas Indonesia,  Dewa Budjana yang juga merupakan gitaris dari grup band kenamaan tanah air, GIGI, semakin mantap untuk meniti karirnya sebagai solois. Setelah menelurkan sejumlah album instrumental di waktu sebelumnya, kali ini  Dewa Budjana kembalimerilis album solo kedelapannya yang diberi tajuk "Hasta Karma" (hasta sama dengan delapan, artinya album kedelapan; karma artinya karma) pada 25 Februari 2015 lalu di Foodism, Kemang, Jakarta.  

Proses penggarapan albumy ang keempat untuk pasar musik internasional-nya ini dilakukan di New York, Amerika Serikat ini menjadi salah satu karya spesial bagi pemilik nama lengkap I Dewa Gede Budjana ini. Tak tanggung-tanggung, untuk menyempurnakan project solonya ini gitaris yang juga memiliki grup instrumental yang diberi nama SIX STRING ini menggandeng beberapa instrumentalis lainnya dari sejumlah negara dalam menyempurnakan album yang telah direkam secara live di Kaleidoscope Sound Studios, New York, AS, pada Januari 2014 lalu ini.
 

Sebut saja nama seperti Ben Williams (upright bass), Antonio Sanchez (drum) yang merupakan para personel Pat Metheny Unity Group asal Amerika Serikat serta Joe Locke (vibrafon). Antonio Sanchez sendiri merupakan komposer scoring untuk film peraih Best Picture versi Academy Awards 2015, Birdman.

Ada juga tercantum nama Indra Lesmana yang mengisi kibord dihampir semua lagu dalam album yang Mixing-nya dikerjakan di Ravenswork Studio, Los Angeles, California, AS, dan mastering-nya dilakukan pada Juli 2014 silam ini.
  Komposisi yang menjadi materi dalam album Hasta Karma, lelaki yang selain menjadi gitaris, pencipta komposisi, aranjer, dan produser sekaligus produser eksekutif rekaman (co-executive producer) ini banyak memadukan musik jazz dengan world music, terutama notasi dan harmonisasi musik Bali.

Seperti komposisi "Ruang Dialisis" yang direkam ulang secara live. Budjana memasukkan hasil rekaman lama dari vokal neneknya, mendiang Jro Ktut Sidemen. Rekaman lama vokal sang nenek dikerjakan di Klungkung, Bali, pada 1997
silam.

Untuk pasar musik Indonesia, album yang berisi 10 lagu ini diedarkan oleh label deMajors, sedangkan untuk pasar musik internasional diedarkan oleh label Moonjune Records. (Fakhruddin Abd/geDoor)

 



02 Maret 2015 - 14:03:52 WIB
Foto : Fakhruddin Abd/gedoor
Dibaca : 1506

SHARE