Register Login

Pusat kerajinan rotan Pejaten

Liukan ornamen yang saling mengikat, menumpuk tersusun sangat detil membentuk sebuah desain menyerupai kursi, dengan sapuan plitur khas warna kayu mengkilat. Bila dilihat dari kejauhan terasa eksklusif dan mahal. Tapi siapa sangka, kerajinan rotan ini ternyata berada di bibir jalan raya.

Berdampingan dengan kios kios lain yang menjajakan barang yang sama. Kerajinan rotan ini dikhususkan bagikonsumen lokal, diproduksi secara massal dari pabrik pembuatnya yang berdomisili di daerah Cirebon. Di sini mereka membentuk paguyuban pedagang kerajinan rotan, dimotori oleh perantau dari Cirebon. Orang sekitar menjulukinya dengan nama Pak Kumis. Selama hampir 20 tahun kerajinan rotan ini masih bertahan di pinggiran jalan raya Pasar Mingg, Pancoran. Harga yang ditawarkan pun bervariasi dari mulai Rp 25.000-Rp 300.000 tergantung fungsi dan tingkat kerumitannya.

Tentu saja akan menarik bila anda sedang libur kerja, sebab lalu lintas jalan raya yang tak begitu padat akan memberikan kenyamanan dalam memilih barang yang anda suka. Karena barang yang ditawarkan di kios-kios ini sangat beraneka ragam bentuk serta fungsinya. seperti kursi dan meja, ayunan bayi, lemari pakaian, hingga sofa minimalis pun tersedia. Bentuk artistik furnitur ini juga dapat disesuaikan dengan suasana interior rumah anda, agar tercipta nuansa yang harmonis dan selaras dengan alam sekitarnya.

Sekilas tentang rotan yang berasal dari hutan kalimantan tengah ini, dibudidayakan ke berbagai daerah di Indonesia. Bagi kalangan pengusaha pribumi, peluang bisnis menjanjikan ini terus dikembangkan menjadi salah satu produk master piece yang berhasil menembus pasar dunia sebagai furnitur dengan desain desain yang indah dan artistik. Sehingga begitu diminati oleh pengusaha-pengusaha kaliber dunia pada ajang pameran- pameran furnitur di Indonesia maupun Mancanegara .

Setelah dalam kurun waktu 25 tahun tidak tampil, industri furnitur rotan Indonesia kembali berkibar di ajang pameran bergengsi IMM 2011 di Koln, Jerman. Acara tersebut berlangsung selama enam hari dan diikuti 60 negara dan dari ke 12 pesertanya adalah ekshibitor tanah air. Jerman adalah negara paling potensial untuk melakukan penetrasi pasar oleh para pengusaha furnitur indonesia. Efek positif dari ajang IMM 2011 itu sendiri Menghasilkan kesepakatan kerjasama antara lembaga pengembangan desain dan Marketing furnitur jerman dengan lembaga AMKRI untuk mengembangan rotan indonesia secara lebih lanjut.

Dibidang ini pula Indonesia mempunyai keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki negara lain. Dan bagian yang paling menarik dari ajang tersebut adalah Indonesia disematkan sebagai produsen rotan terbesar di dunia. Bravo rotan Indonesia ! (Tunggul)



29 Februari 2012 - 15:33:01 WIB

Dibaca : 12712
  • Sepanjang Jl. Pasar Minggu Raya, Jakarta selatan
  • Maps

SHARE