Register Login

Buah-Buahan Jadul (Part I)

Belum banyak yang tahu bahwa banyak nama jalan yang terkenal jug diambil dari nama buah-buahan dan nama tumbuhan contohnya saja Jl. Kemang, atau Menteng di Jakarta. Selain nama buah-buahan banyak juga nama jalan yang diambil dari nama tumbuhan. Memang hal itu terjadi karena di kawasan itu pada dahulunya adalah sebuah area yang banyak ditumbuhi tanaman yang berbuah, sebagai penghargaan dinamai lah jalan-jalan besar tersebut sama dengan nama tempat itu pada awalnya. Banyak buah-buahan yang dahulunya sangat terkenal sekarang sangat sulit untuk dicari, mungkin apabila kepinggiran Jakarta masih bisa menemukannya apabila beruntung. Ada beberapa buah yang sempat menjadi idola pada masa keemasannyayang sekarang mulai terlupakan atau apa karena pohonnya yang sudah tidak ada ya? Jamblang Jamblang, jambu keling atau duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama seperti jambee kleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Min.), jambulang, jambulan, jombulan, jumblang (aneka nama lokal di Sulut), jambulan (Flores), jambula (Ternate), jamblang (Btw., Sd.). Juga jambu juwat, jiwat, jiwat padi (Ind., juwet atau duwet (Jw.), juwet, jujutan (Bl.), dhuwak, dhalas (Md.), duwe (Bima) dan lain-lain. Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup mirip asinan buah. Namun sempat beberapa waktu lalu ketika sedang hunting photo di daerah Tanah Abang, sempat melihat ada pedagang buah-buahan gerobak menjual jamblang ini. Karena melihat langsung saja membelinya, ketika dimakan serasa asam, kalau dulu perasaan masih ada manis-manisnya buah jamblang ini. Apa karena belum matang benar sudah dipetik ya?, namanya juga jamblang rasa asam merupakan rasa yang wajar Menteng Menteng dalam bahasa latin disebut Baccaurea racemosa, atau kepundung, adalah pohon penghasil buah dengan nama sama yang dapat dimakan. Sekilas buah menteng mirip dengan buah duku namun tajuk pohonnya berbeda. Rasa buahnya biasanya masam (kecut) meskipun ada pula yang manis ketika matang betul. Sewaktu kecil sih masih banyak melihat pohon ini dibanyak pekarangan rumah warga, namun karena menanam pohon lain seperti jambu atau mangga lebih menguntungkan jadi banyak yang beralih mengganti tanaman buahnya. Buah ini memeliki pengemar sejati yakni ibu-ibu yang sedang hamil muda yang sering membeli untuk mengurangi rasa mual. Kecapi Yang ini bukan alat musik melainkan sebuah nama buah yang sudah lumayan cukup susah juga untuk mendapatkannya. Kecapi, sentul atau ketuat adalah nama sejenis buah dan juga pohon penghasilnya, Kecapi diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi. Buah yang satu ini cukup rumit untuk memakannya karena kulit buah yang sedikit keras dan liat, untuk itu jangat kaget ketika banyak orang yang untuk dapat membuka kulit dan mengambil daging buah digunakan cara yang sangat unik yakni dijepit diantara pintu, karena dorongan kayu pintu akan membelah isi kulih buah, lucu ya. Kemang Nama jalan yang diambil dari nama pohon yang banyak ditemui dikawasan itu, akhirnya kawasan itu diberi nama Jl. Kemang. Kemang adalah pohon buah sejenis mangga dengan bau yang harum menusuk dan rasa yang masam manis. Pohon ini berkerabat dekat dan seringkali dianggap sama dengan binjai, kemang juga dikenal dengan nama lain seperti palong. Sebagaimana binjai, kemang terutama ditanam untuk buahnya, yang biasa dimakan segar setelah buah itu masak atau dijadikan campuran es. Buah kemang juga biasa dijadikan sari buah. Buah kemang yang muda disukai untuk bahan rujak, dan daunnya yang muda juga dapat dimakan sebagai lalab. Bagi yang ingin mencari tahu coba saja mencarinya di wilayah Bogor dan sekitarnya misalnya Parung Panjang. Srikaya Mendengar nama buah ini tentunya kita langsung mengarahkan pikiran ke arah selai untuk tambahan memakan roti isi, padahal srikaya lebih enak dinikmati selagi segar ketika matang dipohon. Srikaya atau buah nona (Annona squamosa), buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak hampir serupa sirsak. Daging buahnya berwarna putih, biasanya bundar atau mirip kerucut cemara, berdiameter 6-10 cm, dengan kulit berbenjol dan bersisik. Memang matangnya buah ini agak lama jadi banyak yang tidak sabar dan akhirnya “menyekapnya” dalam beras agar cepat matang. Selain itu buah ini banyak memiliki kandungan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh antara lain, vitamin C, B6, B, dan menurut kabar ada juga teh yang dihasilkan dari daun pohon srikaya ini yang berkhasiat mengurangi Flu dan pencernaan. (Roy)




16 Desember 2011 - 16:27:46 WIB

Dibaca : 2477

SHARE