Register Login

Buah-Buahan Jadul (Part II)

Ceremai Cerme, Cereme atau Ciremai adalah nama sejenis pohon dengan buahnya sekali. Buah yang masam ini dikenal pula dengan nama-nama lain seperti ceremoi, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dinamai Otaheite gooseberry, Malay gooseberry dan beberapa sebutan yang lain. Nama ilmiahnya adalah Phyllanthus acidus. Buah cerme sering dimakan segar dengan dicampur gula, garam atau dirujak. Cermejuga kerap dibuat manisan, direbus (disetup) atau dibuat minuman penyegar. Daun mudanya digunakan sebagai lalap. Rebusan akar cermei dapat digunakan untuk meringankan asma dan mengobati penyakit kulit. Seperti halnya buah menteng, ceremai ini juga digemari oleh ibu yang sedang dalam masa kehamilan karena rasa masam yang menyegarkan untuk membantu menghilangkan rasa mual, dengan tambahan cocolan sambal rujak atau garam cabai. Kesemek Buah yang dibedakin kata banyak pedagang yang menjualnya. Ternyata buah yang dipandang sbelah mata ini berdasarkan riset, diketahui ternyata banyak zat kimia hebat di dalam buah kesemek. Di antaranya terdapat senyawa-senyawa antioksidan yang selain berkhasiat mencegah kanker juga menghambat proses penuaan dini. Mengonsumsinya dapat menghilangkan dahaga, menyehatkan paru-paru dan menguatkan limpa. Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros, tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki, atau dalam bahasa Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Kesemek yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya hilang. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek yang muda mengandung zat tanin yang dinamai tanin-kaki, yang menimbulkan rasa sepat pada buah. Zat ini akan berkurang bersama dengan masaknya buah. Tanin-kaki dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan pengobatan penyakit hipertensi. (Wikipedia) Terong Belanda Terung belanda atau terong belanda adalah jenis tanaman anggota keluarga terung-terungan (Solanaceae) yang mulai di kembangkan di Bogor Jawa Barat sejak tahun 1941. Di Indonesia terung ini mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada waktu itu sehingga dikenal dengan nama terung belanda, padahal buah tersebut berasal dari daerah Amazon di Amerika Latin. Buah terung belanda ini dimanfaatkan dengan cara dimakan sebagai buah segar, untuk bumbu masak, sayuran dan minuman. Terung belanda mengandung provitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan vitamin C untuk mengobati sariawan, panas dalam dan meningkatkan daya tahan tubuh. Terung Belanda mengandung antosianin yang termasuk kedalam golongan flavonoid yang merupakan salah satu jenis antioksidan, serat yang tinggi di dalam buahnya bermanfaat untuk mencegah kanker dan sembelit. Durian Gundul Pernah melihat durian tanpa duri, pasti banyak yang belum pernah kan. Durian gundul adalah sebuah tanaman sejenis durian yang mengalami mutasi bentuk oleh alam sehingga duri-duri di sekujur kulitnya tidak ada. Sekilas mirip dengan buah sukun atau seperti tempurung kelapa, ukurannya sebesar buah melon dengan bobot 800-900 gr. Buah matang mengeluarkan aroma khas durian dan daging buah juga berwarna unik. Rasa daging buahnya enak dan manis, kalau bisa disamakan rasanya hampir mirip dengan durian montong. Buah durian gundul ini sebenarnya berasal dari Lombok NTB, namun apabila anda ingin mencobanya bisa datang ke Taman Buah Mekar sari, karena di sana pengelola megembangkan salah satu varietas durian yang cukup unik ini. (Roy)




19 Desember 2011 - 11:56:53 WIB

Dibaca : 1645

SHARE